Ternate Hari ini
Beranda Peristiwa Karhutla Gunung Wato-Wato Meluas, Lebih dari 100 Hektare Terbakar

Karhutla Gunung Wato-Wato Meluas, Lebih dari 100 Hektare Terbakar

Teratehariini – Salawaku Institute bersama Karang Taruna Teluk Buli dan Karang Taruna Buli Karya, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Wato-Wato dengan peralatan seadanya.

Pegiat Salawaku Institute, Said Marsaoly, mengatakan luas area yang terbakar di kawasan Gunung Wato-Wato diperkirakan telah mencapai lebih dari 100 hektare. Hingga memasuki hari kesepuluh, sejumlah titik api masih belum berhasil dipadamkan karena keterbatasan peralatan serta semakin jauhnya sumber air dari lokasi kebakaran.

“Pemuda Teluk Buli dan pemuda Buli Karya bersama warga dan perempuan selama sepuluh hari berupaya melakukan pemadaman secara mandiri,” ujar Said, Jumat 18 September 2026, malam.

Menurut Said, kemampuan masyarakat sangat terbatas. Peralatan pemadaman yang tersedia juga tidak memadai untuk menjangkau seluruh titik api. Kondisi medan dan keterbatasan sumber air semakin menyulitkan proses pemadaman.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa kebakaran yang berlangsung di kawasan Gunung Wato-Wato tidak lagi dapat dipandang sebagai peristiwa yang hanya terjadi jauh dari ruang hidup warga,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, kata Said, warga juga berupaya melindungi water intake, yakni sumber pengambilan air yang menjadi bagian penting dari sistem penyediaan air bersih bagi masyarakat Desa Teluk Buli.

“Bagi warga, situasi ini menjadi semakin mengkhawatirkan. Di satu sisi api masih berlangsung, di sisi lain sumber air yang berada di kawasan yang sama harus dijaga dari ancaman kebakaran,” jelasnya.

Said mengatakan warga hingga kini masih menanggung beban pemadaman secara mandiri. Meski demikian, ia mengapresiasi keberanian dan solidaritas pemuda serta warga Teluk Buli dan Buli Karya, termasuk berbagai pihak yang selama sepuluh hari terakhir berupaya menjaga kawasan Gunung Wato-Wato dari kebakaran.

“Namun, kerja warga tidak boleh menjadi alasan bagi negara dan pemegang izin usaha untuk tidak hadir. Berdasarkan informasi lapangan yang kami kumpulkan, kawasan yang terbakar berada dalam wilayah perizinan PT Priven Lestari,” katanya.

Said mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur bersama BPBD, KPH, dan DPLH untuk segera melakukan asesmen langsung terhadap kebakaran di kawasan Gunung Wato-Wato.

Ia juga meminta pemerintah mengerahkan peralatan dan personel yang memadai untuk memadamkan titik api yang belum dapat dijangkau warga, serta memastikan pemegang izin, PT Priven Lestari, menjalankan kewajiban pencegahan, pemadaman, pelaporan, dan penanganan pascakebakaran.

“Selain itu, melindungi water intake Teluk Buli, Buli Karya, dan Kecamatan Maba, serta memantau kondisi sumber air. Juga memantau kualitas udara di permukiman yang terdampak asap dan bau kebakaran, menyiapkan pemulihan kawasan, termasuk perlindungan sumber air, pengendalian erosi, dan pemulihan vegetasi, serta membuka informasi kepada masyarakat mengenai lokasi kebakaran, status kawasan, penanganan, serta pihak yang bertanggung jawab,” pungkasnya. (Zhar/Red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan