Ternate Hari ini
Beranda Parlementaria Wabup Ahlan Djumadil Soroti Nasib Bahasa Sawai Terancam Punah

Wabup Ahlan Djumadil Soroti Nasib Bahasa Sawai Terancam Punah

Ternatehariini —  Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pemangku Kepentingan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) Kabupaten Halmahera Tengah yang digelar di Ruang Rapat Bupati, Senin 26 Januari 2026.

Rakor tersebut dihadiri perwakilan Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, para kepala OPD terkait, pemerintah desa, serta pegiat literasi. Wakil Bupati dalam kegiatan ini didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan Halteng Muksin Ibrahim, Kepala Dinas Kearsipan Nurjana Mandar, Kepala Bapperida Yunus Achmad, Kepala Desa Lelilef, serta Ketua Literasi Weda.

Perwakilan Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara yang hadir antara lain Kepala Subbagian Umum Nurul Istiqamallah, Sri Rejeki Manalu, dan Husnia M. Nur.

Dalam sambutannya, Ahlan Djumadil menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, atas pelaksanaan rapat koordinasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap keberlangsungan bahasa daerah, khususnya Bahasa Sawai.

“Bahasa Sawai selama ini menjadi penanda identitas, kebersamaan, dan nilai budaya masyarakat Halmahera Tengah. Namun saat ini kondisinya memprihatinkan karena mayoritas penuturnya berusia di atas 40 tahun, sementara generasi muda semakin jarang menggunakannya,” ujar Ahlan.

Ia menegaskan, tanpa langkah konkret dan berkelanjutan, Bahasa Sawai berpotensi menuju ambang kepunahan. Oleh karena itu, upaya perlindungan dan revitalisasi bahasa daerah menjadi sangat penting.

Ahlan juga menyampaikan bahwa pelestarian bahasa daerah memiliki dasar hukum yang kuat, di antaranya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 40 Tahun 2007. Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, kata dia, berkomitmen mendukung penuh program revitalisasi bahasa daerah yang dijalankan Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara.

Selain itu, Wakil Bupati menyoroti dampak meningkatnya arus migrasi penduduk ke Halmahera Tengah seiring perkembangan industri pertambangan. Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin heterogen dan mempengaruhi pola komunikasi, yang berdampak pada menurunnya penggunaan Bahasa Sawai, terutama di kalangan generasi muda.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan