Telan Rp11,1 Miliar APBD, Pembangunan Mako Brimob Malut Baru Capai 34 Persen
Ternatehariini – Proyek pembangunan Markas Komando (Mako) Brimob di Kelurahan Akehuda, Kota Ternate, yang menelan anggaran Rp11,187 miliar dari APBD Provinsi Maluku Utara Tahun 2026, hingga awal Juni baru mencapai progres fisik 34 persen.
Capaian tersebut terungkap, saat Komisi III DPRD Maluku Utara bersama Ketua DPRD Maluku Utara melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pada Jumat 5 Juni 2026. Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan, sesuai target dan penggunaan anggaran daerah dapat dipertanggungjawabkan.
Ketua DPRD Maluku Utara, Ikbal Ruray, mengatakan proyek yang saat ini dikerjakan merupakan lanjutan tahap kedua, setelah pekerjaan sebelumnya tidak dapat diselesaikan oleh kontraktor pada tahap awal.
Menurutnya, paket pekerjaan yang sedang berjalan meliputi pembangunan gedung utama Mako Brimob, rumah dinas, pagar keliling, hingga pemasangan paving block di kawasan kompleks.
“Hari ini kami melakukan pengecekan langsung pembangunan infrastruktur Mako Brimob yang sumber anggarannya berasal dari hibah pemerintah provinsi. Pekerjaan yang berjalan saat ini merupakan tahap kedua,” kata Ikbal.
DPRD menilai progres pekerjaan masih memungkinkan, untuk mencapai target penyelesaian pada September hingga Oktober 2026. Namun demikian, kontraktor diminta mempercepat pekerjaan agar proyek tidak kembali mengalami keterlambatan.
Ikbal menilai, lokasi proyek yang berada di pusat Kota Ternate memberikan keuntungan dari sisi mobilisasi material maupun tenaga kerja, sehingga tidak ada alasan pekerjaan berjalan lambat.
“Harapan kami proyek ini bisa segera diselesaikan karena berada di Kota Ternate dan didukung sekitar 60 tenaga kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur CV Rajawali, Efans, mengatakan progres fisik saat ini telah mencapai 34 persen dari total pekerjaan. Fokus pekerjaan kini diarahkan pada penyelesaian atap bangunan agar pekerjaan di bagian dalam dan bawah gedung dapat segera dilakukan.
Ia juga memastikan kondisi cuaca sejauh ini tidak memberikan hambatan berarti terhadap pelaksanaan proyek.
Sisa pekerjaan yang masih cukup besar ini, pengawasan DPRD dinilai penting untuk memastikan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat bagi operasional Brimob di Maluku Utara. (Haris)





