Ternate Hari ini
Beranda Parlementaria Pemkab Halsel Fokuskan Pembangunan 2026 di Zona II Makayoa

Pemkab Halsel Fokuskan Pembangunan 2026 di Zona II Makayoa

Ternatehariini – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menetapkan arah kebijakan pembangunan tahun 2026 dengan memprioritaskan wilayah Zona II Makayoa. Fokus ini mencakup penguatan infrastruktur dasar serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Hal tersebut saat Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, menegaskan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah desa di wilayah Kayoa pada 3-4 April 2026.

Kunjungan ini, meliputi beberapa desa di tiga kecamatan, yakni Kayoa Selatan, Kayoa Induk, dan Kayoa Utara. Selain mensosialisasikan program pemerintah daerah, agenda ini juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat serta meninjau langsung kesiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang akan digelar di Kayoa Utara.

Menurut Helmi, pendekatan pembangunan tahun 2026 dirancang secara adaptif dengan mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Hal ini bertujuan agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan warga.

“Program 2026 difokuskan di Zona II Makayoa, dengan kegiatan yang mencakup infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi sesuai karakteristik lokal,” ujarnya.

Di tengah tekanan fiskal yang dihadapi daerah, pemerintah tetap berkomitmen menjalankan program prioritas. Helmi menekankan bahwa konsistensi perencanaan menjadi kunci agar agenda strategis tetap berjalan, termasuk pelaksanaan MTQ sebagai bagian dari penguatan sosial-keagamaan masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya melalui optimalisasi belanja pegawai. Menurutnya, belanja pemerintah memiliki efek berganda terhadap perputaran ekonomi masyarakat, sekaligus berperan dalam menjaga daya beli dan mengendalikan inflasi, terutama pada momen hari besar keagamaan.

Selain aspek pembangunan dan ekonomi, pemerintah daerah turut memberi perhatian pada dinamika sosial di tingkat desa. Sejumlah persoalan yang muncul di beberapa wilayah ditangani melalui pendekatan komunikasi dan mediasi guna menjaga stabilitas pelayanan publik.

“Tujuannya agar pelayanan tetap berjalan baik dan fasilitas pemerintah bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga memantau progres persiapan MTQ di Kayoa Utara. Helmi mengaku optimistis kegiatan tersebut akan berlangsung sukses, didukung antusiasme masyarakat dan koordinasi yang baik antar pemerintah kecamatan dan desa.

Ia memastikan bahwa kesiapan infrastruktur, termasuk panggung utama MTQ, berjalan sesuai rencana meskipun sempat menghadapi kendala teknis di awal pengerjaan.

“Kami optimis semua akan selesai tepat waktu dan pelaksanaan MTQ berjalan lancar,” katanya.

Menutup keterangannya, Helmi kembali menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjalankan visi pembangunan daerah berbasis agromaritim, sebagaimana tertuang dalam dokumen perencanaan seperti RPJMD dan RKPD.

“Kita ingin seluruh komitmen pembangunan benar-benar diimplementasikan oleh setiap OPD,” tegasnya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan